Festival Kuliner ‘Lidah Urban’ Sukses Digelar, Menggabungkan Makanan Tradisional dengan Sentuhan Modern

Jakarta—Festival Kuliner ‘Lidah Urban’ sukses digelar pada 28 dan 29 September 2025 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, menjadi bukti nyata betapa inovasi dapat menggabungkan makanan tradisional dengan cita rasa modern. Acara ini berhasil menarik ribuan pengunjung dari berbagai kalangan, membuktikan bahwa kuliner otentik Indonesia tetap relevan dan diminati, terutama ketika disajikan dengan cara yang kreatif dan kekinian.

Berbagai stan kuliner menawarkan hidangan yang memanjakan lidah, mulai dari hidangan klasik hingga kreasi unik yang tidak terduga. Misalnya, ada penjual yang menyajikan rendang dengan tortilla ala Meksiko, atau lumpia Semarang yang diisi dengan keju mozarella. Kreasi-kreasi ini adalah jantung dari ‘Lidah Urban’, menunjukkan bagaimana para koki muda menggabungkan makanan tradisional dengan teknik memasak dan bahan-bahan global. Pendekatan ini tidak hanya menarik perhatian kaum milenial dan Gen Z, tetapi juga membuka mata mereka terhadap kekayaan kuliner Indonesia yang mungkin selama ini dianggap ‘kuno’.

Menurut Chef Wira Setyawan, salah satu chef yang berpartisipasi dalam festival, “Ini adalah cara kita melestarikan warisan kuliner. Dengan menggabungkan makanan tradisional dengan sentuhan modern, kita tidak hanya menjaganya tetap hidup, tetapi juga membuatnya lebih mudah diakses dan dinikmati oleh generasi baru.” Pernyataan ini disampaikan dalam sesi talkshow pada hari kedua festival, 29 September 2025, yang juga dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta. Beliau menambahkan bahwa inovasi adalah kunci untuk memastikan kuliner Indonesia terus berkembang.

Kesuksesan festival ini juga tak lepas dari peran pihak keamanan yang memastikan acara berjalan tertib. Kompol Asep Saefuloh, S.H., M.H., selaku Kepala Bagian Operasi Polsek Metro Sawah Besar, melaporkan bahwa tidak ada insiden yang berarti selama dua hari festival berlangsung. “Kami mengerahkan puluhan personel untuk mengamankan lokasi, mulai dari pengaturan lalu lintas hingga patroli di dalam area festival. Kami sangat mengapresiasi kerja sama dari panitia dan seluruh pengunjung yang turut menjaga ketertiban,” ujar Kompol Asep. Laporan ini disampaikan pada Senin, 30 September 2025, sehari setelah festival berakhir, menunjukkan komitmen pihak kepolisian dalam mendukung acara-acara kreatif yang berdampak positif bagi ekonomi lokal.

Pada akhirnya, Festival Kuliner ‘Lidah Urban’ lebih dari sekadar ajang makan-makan. Ia adalah sebuah perayaan atas kreativitas dan warisan budaya. Festival ini membuktikan bahwa dengan inovasi yang tepat, kuliner tradisional Indonesia dapat terus bersinar dan memukau dunia, menjadi kebanggaan yang tak lekang oleh waktu.