Era Dominasi TikTok telah mengubah lanskap komunikasi global, bukan hanya dalam hal hiburan visual, tetapi juga linguistik. Platform ini bertindak sebagai akselerator budaya, memungkinkan trend dan bahasa dari satu sudut dunia menyebar dengan cepat dan menjadi bagian dari Lidah Urban internasional. Fenomena ini terlihat jelas pada lima Kata Slang Lokal yang berasal dari Indonesia, yang kini digunakan dan dipahami oleh komunitas online di berbagai negara, menandakan kekuatan soft power digital yang tidak disengaja.
Dominasi TikTok menciptakan ruang bagi kreasi bahasa yang authentic dan relatable untuk menemukan audiens global. Berbeda dengan media tradisional, TikTok menonjolkan konten yang dipersonalisasi dan berbasis komunitas. Ketika sebuah sound atau challenge viral menggunakan Kata Slang Lokal yang menarik atau lucu, pengguna internasional—khususnya Gen Z—dengan cepat mengadopsi kata tersebut. Mereka menyerapnya sebagai bagian dari identitas online mereka, terlepas dari asal-usul geografis kata tersebut. Proses ini menciptakan Lidah Urban baru yang bersifat hibrida dan lintas batas.
Berikut adalah lima contoh Kata Slang Lokal yang mulai dikenal secara global (meskipun tingkat popularitasnya bervariasi):
- Santuy: Berasal dari kata “santai,” kini digunakan untuk menggambarkan vibe yang tenang, rileks, atau tidak terburu-buru. Expat dan pengguna Asia Tenggara di luar Indonesia sering menggunakannya dalam komentar untuk menyiratkan ketenangan dalam menghadapi tekanan hidup modern.
- Mager: Singkatan dari “malas gerak,” istilah ini sangat relatable secara universal, menggambarkan perasaan enggan untuk beraktivitas. Mager menjadi istilah yang efisien dan ringkas untuk mengekspresikan kemalasan di media sosial, terutama dalam konteks work from home atau gaming.
- Gemoy: Istilah yang diturunkan dari kata “gemas,” digunakan untuk mendeskripsikan sesuatu yang sangat lucu, menggemaskan, atau chubby dengan cara yang menyenangkan. Popularitasnya didorong oleh video hewan peliharaan, fashion yang cute, dan interaksi yang menampilkan barang-barang menggemaskan.
- Cringe: Meskipun cringe adalah kata serapan, konteks dan frekuensi penggunaannya di TikTok Indonesia telah memberikannya nuansa lokal yang unik sebelum kemudian istilah ini kembali mengglobal dengan makna yang lebih universal, yakni rasa malu atau jijik terhadap konten tertentu. Istilah ini telah menjadi default untuk mengkritik konten yang dianggap kaku atau tidak relevan.
- Mantap: Kata seru yang berarti “hebat” atau “bagus sekali.” Mantap sering digunakan dalam reaction video atau review makanan, membawa nuansa antusiasme yang khas Indonesia dan menjadi shoutout pujian yang cepat dipahami di berbagai bahasa.
Kenaikan status Kata Slang Lokal ini menjadi bagian dari Lidah Urban global menegaskan bahwa bahasa bukan lagi aset eksklusif suatu negara, melainkan entitas cair yang dibentuk oleh interaksi digital. Dominasi TikTok memastikan bahwa kreativitas bahasa dari Indonesia dapat bersaing dengan budaya populer global lainnya, mengubah cara kaum muda di seluruh dunia berbicara dan berekspresi, sekaligus meningkatkan rasa ingin tahu mereka terhadap budaya asalnya.