Se’i, hidangan khas NTT, telah memikat banyak penikmat kuliner. Keunikan rasanya berasal dari proses unik Pembuatan Sei Asap menggunakan bara kayu. Metode tradisional ini membedakannya dari daging asap lainnya, menciptakan aroma dan tekstur yang otentik. Ini adalah seni memasak yang diturunkan dari generasi ke generasi.
Langkah pertama adalah pemilihan daging. Daging yang digunakan biasanya adalah sapi atau babi, dipilih yang berkualitas baik dan segar. Daging kemudian diiris tipis-tipis memanjang. Irisan tipis ini memungkinkan daging matang merata saat diasap, menyerap aroma lebih baik.
Sebelum diasap, daging direndam dalam bumbu rempah. Rempah-rempah alami seperti ketumbar, merica, dan bawang putih memberikan cita rasa khas. Bumbu ini tidak hanya menambah rasa, tetapi juga membantu mengawetkan daging secara alami, membuatnya lebih tahan lama.
Tahap selanjutnya adalah proses unik Pembuatan Sei Asap itu sendiri. Daging yang sudah dibumbui digantung di atas bara api. Bara yang digunakan bukanlah sembarang bara, melainkan bara dari kayu khusus, seperti kayu kosambi atau kayu merah. Kayu-kayu ini menghasilkan asap yang harum.
Bara tidak boleh terlalu panas. Jarak antara daging dan bara api diatur sedemikian rupa agar daging tidak matang karena panas, melainkan karena asap. Asap yang dihasilkan akan meresap perlahan ke dalam serat daging, memberikan aroma khas se’i.
Proses pengasapan ini bisa berlangsung berjam-jam, bahkan semalaman. Selama itu, daging diawasi terus-menerus. Ketelatenan dan kesabaran adalah kunci utama. Proses unik pembuatan se’i asap ini membutuhkan pengalaman agar hasilnya sempurna.
Setelah diasap, daging se’i yang sudah matang akan terlihat kering di luar, namun tetap lembut di dalam. Aromanya yang smoky dan sedikit manis adalah hasil dari interaksi antara daging, bumbu, dan asap kayu. Rasanya sangat unik.
Proses unik pembuatan se’i asap tidak hanya menghasilkan hidangan lezat. Ini juga melestarikan tradisi kuliner lokal. Di banyak daerah di NTT, se’i tidak hanya makanan, tetapi juga bagian dari ritual atau perayaan.
Se’i asap biasanya disajikan dengan nasi hangat dan sambal. Sambal matah atau sambal lu’at adalah pilihan yang populer. Kombinasi rasa pedas, gurih, dan smoky membuat lidah bergoyang, menciptakan sensasi rasa yang luar biasa.